Senin, 12 Januari 2015

Tugas Softskill bahasa Indonesia yang ke-4



BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Di era globalisasi, pertumbuhan dan perkembangan industri manufaktur saat ini menyebabkan pesatnya laju perekonomian dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap suatu produk dalam upaya memenuhi kebutuhan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri manufaktur (pengolahan) tahun 2013 sebesar 5,56% meski mengalami penururan sebesar 0,17% dari tahun 2012 dengan laju pertumbuhan di tahun 2012 sebesar 5,73%, namun industri manufaktur masih diminati oleh investor. Berikut ini adalah empat industri manufaktur yang diminati oleh investor versi web www.investor.co.id dengan proporsi investasi yang besar, yaitu (1) industri logam, mesin, dan elektronik; (2) industri kendaraan bermotor; (3) industri makanan dan minuman; serta (4) industri kimia dan farmasi. Meski menjadi daya tarik bagi investor, industri manufaktur di Indonesia belum mampu sepenuhnya memenuhi seluruh permintaan konsumen yang beragam. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen banyak industri asing yang mulai memasuki dan bersaing dengan industri di Indonesia.
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia pada web www.sahamok.com sampai dengan 2 Januari 2014, sebanyak 486 perusahaan telah terdaftar sebagai perusahaan (emiten) di Bursa Efek Indonesia. Dari 486 perusahaan yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dapat dikategorikan kedalam dua sektor yaitu sektor utama adalah industri penghasil bahan baku dan sektor kedua adalah industri pengolahan atau manufaktur. Pada sektor industri pengolahan atau manufaktur terdapat sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, dan sektor industri barang dan konsumsi. Dalam sektor industri dan barang konsumsi, terdiri dari lima subsektor yaitu subsektor makanan dan minuman, rokok, farmasi, kosmetik dan barang keperluan rumah tangga, serta peralatan rumah tangga.
Subsektor makanan dan minuman pada industri manufaktur memiliki peranan penting dalam pertumbuhan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia, karena masyarakat Indonesia cendrung bersifat konsumtif dalam pemenuhan kebutuhan pokok dalam hal sandang, pangan, dan papan. Namun, dalam pemenuhan kebutuhan tersebut masyarakat juga memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap harga pada produk. Jika biaya bahan baku dan biaya produksi semakin mahal, maka harga jual produk akan semakin tinggi. Dan jika hal ini terus berlanjut maka produk asli dari subsektor makanan dan minuman di Indonesia akan merosot dan bisa saja terjadi ketidakmampuan bersaing dengan produk asing serta produk asli Indonesia akan cenderung lebih mahal. Jika daya saing produk Indonesia rendah maka akan mempengaruhi pertumbuhan PDB serta memperburuk kondisi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan subsektor makanan dan minuman seharusnya memberikan peluang investasi untuk mencari pembiayaan eksternal agar perusahaannya dapat tumbuh dan berkembang serta mampu bersaing dengan perusahaan asing.
Pasar modal dapat menjadi sarana yang paling efektif untuk menghimpun dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi, serta pasar modal juga merupakan sarana alternatif untuk memperoleh sumber pendanaan atau pembiayaan eksternal perusahaan untuk membantu kelancaran operasional perusahaan. Syarat utama yang diharapkan oleh investor adalah perasaan aman dan kenyamanan dalam investasinya. Menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, (2008 : 98), “Suatu kebijaksanaan pemerintah dapat mendorong investor memasuki pasar modal. Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa untuk dapat menjadi investor yang baik harus mempunyai keberanian untuk menanggung risiko. Investor baru akan memasuki pasar modal kalau menurut penilainnya investasi dalam sekuritas. Instrumen pasar modal lebih menguntungkan dibandingkan dengan alternatif lain.”
Sebelum melakukan aktifitas investasi di pasar modal dengan membeli saham, ada baiknya bagi seorang investor untuk melakukan penilaian tentang kondisi kesehatan dan perkembangan perusahaan tersebut, agar investasi yang dilakukannya dapat memberikan keuntungan (return). Memperoleh keuntungan (return) merupakan tujuan pokok dan yang paling utama dalam investasi di pasar modal. Berbagai cara akan ditempuh oleh seorang investor untuk memperoleh return sesuai yang diharapkan, baik melalui analisis terhadap pola perilaku perdagangan saham, maupun dengan memanfaatkan sarana yang diberikan oleh para analis pasar modal.
Setiap perusahaan go public pasti memiliki manajemen yang sangat baik terlebih karena perusahaan go public merupakan perusahaan yang dapat dimiliki oleh perusahaan luas, oleh karena itu operasional perusahaan yang efisien akan sangat mempengaruhi apresiasi masyarakat pada perusahaan publik. Salah satu ciri sistem manajemen yang baik adalah adanya laporan keuangan rutin setiap tahunnya, laporan keuangan inilah yang akan jadi tolak ukur bagi investor untuk memiliki saham di perusahaan tersebut. Dalam melakukan investasi di pasar modal para analis maupun investor dapat melakukan pendekatan investasi baik secara analisis teknikal dan analisis fundamental.
Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harga saham tersebut di waktu lampau. Sedangkan analisis fundamental merupakan teknik analisis saham yang mempelajari tentang keuangan mendasar dan fakta ekonomi dari perusahaan sebagai langkah penilaian harga saham perusahaan. Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, (2008 : 35), mengemukakan “Dengan analisis fundamental diharapkan calon investor akan mengetahui bagaimana operasional dari perusahaan. Karena nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahannya”.
Current Ratio (CR) merupakan salah satu rasio likuiditas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimilikinya. Nilai Current Ratio (CR) yang tinggi belum tentu baik ditinjau dari segi profitabilitasnya, dikarenakan Current Ratio (CR) yang terlalu tinggi pada kondisi tertentu dapat menunjukkan banyak dana perusahaan yang menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan, sedangkan Current Ratio (CR) yang rendah akan berakibat pada menurunnya harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan.
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio leverage financial (financial leverage ratio) yang mengukur kemampuan kinerja perusahaan dalam mengembalikan hutang jangka panjangnya dengan melihat perbandingan antara total hutang dengan modal sendiri (total ekuitas). Didalam Balancing Theory disebutkan bahwa keputusan untuk menambah hutang tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga dapat berdampak positif karena perusahaan harus berupaya menyeimbangkan manfaat dengan biaya yang ditimbulkan akibat hutang.
Net Profit Margin (NPM) merupakan suatu ukuran prosentase dari setiap rupiah penjualan yang menghasilkan laba bersih. Rasio ini memberikan gambaran tentang laba untuk para pemegang saham sebagai prosentase dari penjualan. Dengan demikian peningkatan Net Profit Margin (NPM) tentunya akan memberikan sinyal positif bagi para investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dengan harapan akan memperoleh return yang tinggi, sehingga peningkatan Net Profit Margin (NPM) tentunya akan diimbangi dengan peningkatan return serta harga saham perusahaan.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang harga saham. Penelitian tentang harga saham ini dibatasi dengan tiga faktor, yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Net Profit Margin (NPM). Penelitian ini mengambil sampel perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2009 2013. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul “PENGARUH  CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.


1.2              Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah:
1.         Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margin secara parsial maupun simultan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.         Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margin terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.3              Manfaat Penelitian
1.3.1 Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca dan penulis mengenai pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margin terhadap harga saham. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.

1.3.2        Manfaat Praktis
a.        Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran, masukan atau pertimbangan kepada perusahaan atau pihak manajemen dalam melakukan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margin.
b.        Bagi Investor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran baik kepada investor maupun calon investor terhadap perkembangan suatu perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan ekonomi, misalnya keputusan investasi.

Jumat, 26 Desember 2014

analisis laporan keuangan PT.COLORPAK INDONESIA,Tbk



Bab 1
Pendahuluan
Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih ocalsional. Bertambahnya pesaing disetiap saat, baik pesaing yang berorientasi ocal maupun pesaing yang berorientasi international (multinational corporation), maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh pula pada setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan.
Selain manajemen yang baik, dalam suatu perusahaan juga memerlukan analisis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Melalui analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.
Analisis rasio laporan keuangan yang lazim digunakan adalah analisis rasio likuiditas atau rasio modal kerja, analisis rasio solvabilitas, dan analisis rasio profitabilitas. Analisis rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Analisis rasio solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang perusahaan. Analisis rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dihasilkan dari penjualan.













Bab 2
Analisa Laporan Keuangan

2.1Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah suatu alat/media yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan dan hasil usaha pada jangka waktu tertentu. Laporan keuangan lahir dari suatu keadaan ekonomi yang terjadi, baik itu secara nasional maupun internasional, dimana keadaan ekonomi tersebut dapat mempengaruhi keadaan suatu perusahaan, seperti naik atau turunnya laba, posisi aktiva dan arus kas, serta perubahan posisi keuangan perusahaan. Untuk mengetahui naik-turun laba, posisi aktiva dan arus kas serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan, maka diperlukan suatu laporan keuangan.
2.2Pihak Yang Memerlukan Laporan Keuangan
Setiap perusahaan sangat memerlukan laporan keuangan, dimana laporan keuangan ini berfungsi sebagai media untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan seperti :  Posisi neraca keuangan, laba-rugi, arus kas, serta laporan perubahan posisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan suatu perusahaan sangat diperlukan oleh banyak pihak, seperti :
  1. Pemilik Perusahaan, dimana laporan keuangan ini sangat berguna untuk menilai prestasi kerja karyawan dan manajemen dalam melaksanakan aktifitas kerjanya. Kemudian, laporan keuangan juga membantu pemilik perusahaan untuk mengetahui seberapa besar dividen yang akan diterima, serta menilai seberapa besar pertumbuhan perusahaan untuk dapat survive didalam industrinya, juga untuk prediksi dasar perusahaan ke masa depannya  dan juga sebagai dasar untuk mengetahui seberapa besar nilai saham per lembar ( jika Go Public ).
  2. Manajemen, dimana laporan keuangan merupakan sebagai alat atau media pertanggungjawaban mereka dalam pengelolaan perusahaan kepada pemilik.
  3. Investor, dimana laporan keuangan sangat diperlukan agar para investor dapat menilai kondisi keuangan perusahaan, sehingga dengan adanya laporan keuangan ini, mereka dapat mengambil keputusan, apakah akan berinvestasi atau tidak dana apakah akan divestasi (menarik investasi) atau tidak.
  4. Kreditur/Banker, dimana bagi pihak ini laporan keuangan suatu perusahaan sangat diperlukan untuk menilai likuiditas,solvabilitas dan rentabilitas perushaan, sehingga sebagai dasar untuk memberikan jawaban apakah perusahaan tersebut dapat diberikan pinjaman/kredit atau tidak.
  5. Supplier, dimana laporan keuangan sangat diperlukan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, sehingga para supplier dapat mengambil keputusan, apakah perlu memberikan produk/barang/jasa yang dijualnya kepada perusahaan tersebut dengan pembayaran non cash.
  6. Pemerintah, laporan keuangan suatu perusahaan sangat diperlukan oleh pihak Pemerintah untuk dasar penetapan jumlah kewajiban pajak yang harus dibayar oleh perusahaan, serta sebagai dasar penilaian kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, serta sebagai dasar pemerintah untuk menilai apakah perusahaan tersebut memerlukan bantuan atau tindakan lain.
  7. Analisis Akademis dan Pusat Data Bisnis,laporan keuangan sangat berguna untuk bahan analisis terhadap kebijakan-kebijakan dan perilaku-perilaku perusahaan dalam lingkungan bisnis dimana hal ini sangat berguna bagi ilmu pengetahuan dan komoditi informasi.
2.3Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil, untuk melihat hubungan antara laporan keuangan dan data lainnya (kuantitatif dan kualitatif), dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara lebih dalam. Menganalisis suatu laporan keuangan ditujukan untuk mencari tahu lebih banyak informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut. Dari analisis tersebut, kita mengetahui semua aktifitas perusahaan apakah efisien dan efektif, atau apakah rencana dan target yang telah ditetapkan manajemen telah tercapai. Analisis keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek. Analisis keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis ini maka manajemen dapat memutuskan berbagai keputusan manajemen misalnya :
  • Melanjutkan atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha.
  • Melakukan pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi
  • Melakukan pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi
  • Melakukan penerbitan saham atau melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna meningkatkan modal kerja perseroan.
  • Berbagai keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat terhadap berbagai alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan.
2.4Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan bisa saja menyembunyikan suatu informasi yang salah, tetapi hasil dari analisis laporan keuangan tidak dapat menyembunyikan semua informasi yang salah. Hasil analisis laporan keuangan akan memperlihatkan segala yang salah dalam laporan keuangan, yaitu :
  1. Kesalahan dalam proses akuntansi, seperti kesalahan pencatatan, kesalahan  jumlah, kesalahan pembukuan, kesalahan perkiraan, kesalahan posting dan kesalahan dalam menjurnal.
  2. Kesalahan yang sengaja, seperti tidak mencatat harga dengan wajar, penghilangan data, dll.
Jadi analisis laporan keuangan pada dasarnya untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan perusahaan. Adapun kegunaan dari analisis laporan keuangan adalah :
  1. Memberikan informasi yang lebih luas dan mendetail dibandingkan dengan hanya laporan keuangan saja.
  2. Memberikan informasi kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
  3. Dapat menunjukkan hal-hal yang tidak konsisten dalam penyajian laporan keuangan.
  4. Dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan (decision maker) di suatu perusahaan.
  5. Menunjukkan peringkat perusahaan dalam kriteria tertentu di dunia bisnis.
  6. Dapat digunakan untuk membandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.
  7. Memberikan informasi keadaan perusahaan pada saat ini.
  8. Sebagai dasar untuk memprediksi keadaan perusahaan dimasa yang akan datang.
  9. Sebagai dasar informasi perusahaan untuk mengambil tindakan investasi, merger atau akuisisi perusahaan.
  10. Untuk menilai prestasi manajemen,operasional dan efisiensi perusahaan.
Dengan melihat analisis laporan keuangan, maka informasi yang mentah disajikan pada laporan keuangan akan terlihat atau terbaca lebih jelas, dalam dan lebih terperinci.
Faktor utama yang memperoleh perhatian khusus dalam analisis adalah

1. Likuiditas

Memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat dilakukan penagihan. Likuid diartikan suatu perusahaan dapat membayarkan kewajibannya dengan tepat waktu. Sedangkan illikuid diartikan suatu perusahaan yang tidak bisa dengan segera membayar kewajibannya ketika dilakukan penagihan.

2. Solvabilitas

Ini menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat perusahaan dilikuidasi, baik dalam jangka pendek atau panjang. Istilah “solvabel” berarti perusahaan mampu memenuhi semua kewajibannya ketika dilikuidasi. Sedangkan “insovabel” berarti jumlah aktiva suatu perusahaan kurang dari atau lebih kecil dari jumlah hutangnya.

3. Rentabilitas atau profitability

Penggunaan aktiva yang diperuntukan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengetahui rentabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara laba dengan jumlah aktiva atau modal dalam suatu periode tertentu.

4. Stabilitas usaha

Menunjukkan kestabilan perusahaan dalam menjalankan usahanya, kestabilan ini dapat diukur dengan:

- Kemampuan dalam membayar beban bunga yang timbul karena utang perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang tepat waktu.

- Kemampuan dalam membayarkan deviden tanpa adanya hambatan atau krisis keuangan perusahaan.
2.5Metode Laporan Keuangan
Analisis keuangan seringkali menggunakan rasio keuangan dari tingkat solvabilitas , profitabilitas, pertumbuhan usaha.
  • Kinerja masa lalu untuk suatu masa tertentu misalnya selama 5 tahun
  • Kinerja mendatang: menggunakan figur kinerja masa lalu dan teknik matematika serta statistik, termasuk nilai sekarang dan nilai mendatang. Metode perhitungan ini adalah merupakan penyebab dari kesalahan analisis keuangan dimana statistik masa lalu dapat menyebabkan rendahnya prediksi masa mendatang.
  • Perbandingan kinerja yaitu membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dalam industri sejenis.
Description: http://1.bp.blogspot.com/-7sZRUH0xzfA/U15XCsZGDvI/AAAAAAAAATs/iq-F183o2V8/s1600/PT+Colorpark+Indonesia.jpg2.6Analisa Laporan Keuangan PT.Colorpak Indonesia,Tbk








1.   Likuiditas Perusahaan

          Likuiditas adalah  masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi.  Masalah likuiditas dapat dihitung dengan dua cara, yaitu dengan cara perhitungan menggunakan rasio(quick ratio, current ratio, dan cash ratio dan dengan menghitung periode penagihan rata- rata (average collection period). Untuk laporan keuangan diatas saya menggunakan pendekatan yang pertama yaitu dengan  perhitung rasio (Current ratio, quick ratio dan cash ratio).

Current ratio = (aktiva lancar : hutang lancar) x 100%

Tahun 2010     = (Rp 227.819.168.461 : Rp 123.450.557.939) x 100%
                      = 184,54 %
Tahun  2011    = (Rp 185.436.645.162 : Rp 96.911.386.652) x 100%
                      =191,34%

Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan.

Quick ratio     = {(aktiva lancar – persediaan) / hutang lancar} x 100%

Tahun 2010     = {(227.819.168.461- 82.424.270.814) / 123.450.557.939} x 100%
                      = 117,77%
Tahun 2009     ={( 185.436.645.162 - Rp 68.458.457.208) / 96.911.386.652} x 100%
                        = 120,706%

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid dan mampu menutupi hutang lancar.
Semakin besar quick ratio maka semakin baik pula perusahaan pula kondisi perusahaan. Namun apabila quick ratio memiliki perbandingan 1:1 atau 100%  perusahaan tersebut dianggap kurang baik.

Cash ratio      = (kas / hutang lancar) x 100%

Tahun 2010     = ( 9.435.631.304 /  123.450.557.939) x 100%
                      =7,64%
Tahun 2009     = (  5.398.758.478 /  96.911.386.652) x 100%
                      = 5,57%
                       
Rasio ini menunjukan kemampuan kas untuk menutupi hutang lancar.

2.   Solvabilitas Perusahaan

          Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Solvabilitas dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva dengan jumlah hutang. Untuk laporan keuangan diatas  perhitungan solvabilitasnya saya menggunakan
“total debt to capital asset.”

Total debt to capital assets    = (total hutang / total aktiva) x 100%

Tahun 2010                               = (140.879.700.667 / 275.390.730.449) x 100%
                                                = 51,51%
Tahun 2009                               = (103.889.967.660 / 219.198.880.369) x 100%
                                                = 47,395%
                       
Kelikuidan suatu perusahaan tidak dapat ditentukan oleh solvabilitas perusahaan tersebut. Perusahaan yang solvable belum tentu likuid begitu pula sebaliknya.

3.   Rentabilitas Perusahaan
         
          Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan anatara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Perhitungan rentabilitas berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Hal ini terjadi karena perbedaan antara aktiva dan laba yang mana yang akan dibandingkan dengan yang lain.
Rentabilitas ekonomi
         
          Rentabilitas ekonomi bisa iukur dengan menggunakan gross prifit margin. Untuk laporan keuangan diatas maka perhitungannya sebagai berikut:

Gross profit margin  = (laba kotor / penjualan netto) x 100%       

Tahun2010                = (62.009.766.595 / 516.581.827.788) x 100%
                                  = 12,003%
Tahun 2009               = (68.153.669.345 / 447.956.185.580) x 100%
                                  =15,214%

Operating ratio ={(HPP + biaya adm) / penjualan netto} x 100%

Tahun 2010     ={(454.572.061.193+17.362.828.146) / 516.581.827.788} x  100%
                        = 91,357%
Tahun 2009     ={(379.802.516.235+16.984.119.010) / 447.956.185.580}x100%
                        =88,577%

Net Profit Margin = (laba setelah pajak / penjualan netto)x100%

Tahun 2010                = (28.443.539.773 /  516.581.827.788) x 100%
                                   = 5,506%
Tahun 2009                =(  30.909.406.991 /  447.956.185.580) x 100%
                                   = 6,9%
Berdasarkan Analisa laporan keuangan PT.Colorpak Indonesia,Tbk perhitungan rasio keuangan dan tingkat kesehatan keuangan ternyata rasio likuiditas akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan keuangan, untuk mendapatkan tingkat kesehatan keuangan yang baik (sehat) maka harus memiliki tingkat rasio keuangan yang baik pula. Perusahaan tersebut memiliki current ratio dan quick ratio yang kurang baik, akan tetapi perusahaan ini dapat menutupi hutang lancarnya.













Bab 3
Penutup

3.1Kesimpulan
Laporan Keuangan  merupakan ringkasan dari suatu  proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Setiap perusahaan sangat memerlukan laporan keuangan, dimana laporan keuangan ini berfungsi sebagai media untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan seperti :  Posisi neraca keuangan, laba-rugi, arus kas, serta laporan perubahan posisi keuangan perusahaan.
Analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil, untuk melihat hubungan antara laporan keuangan dan data lainnya (kuantitatif dan kualitatif), dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara lebih dalam. Laporan keuangan bisa saja menyembunyikan suatu informasi yang salah, tetapi hasil dari analisis laporan keuangan tidak dapat menyembunyikan semua informasi yang salah.
Berdasarkan Analisa laporan keuangan PT.Colorpak Indonesia,Tbk perhitungan rasio keuangan dan tingkat kesehatan keuangan ternyata rasio likuiditas akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan keuangan, untuk mendapatkan tingkat kesehatan keuangan yang baik (sehat) maka harus memiliki tingkat rasio keuangan yang baik pula. Perusahaan tersebut memiliki current ratio dan quick ratio yang kurang baik, akan tetapi perusahaan ini dapat menutupi hutang lancarnya.

3.2Saran
Sebaiknya current ratio pada suatu perusahaan jangan terlalu rendah ataupun terlalu tinggi, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan laba perusahaan. Semakin besar quick ratio maka semakin baik pula perusahaan pula kondisi perusahaan. Untuk mendapatkan tingkat kesehatan keuangan yang baik  maka harus memiliki tingkat rasio keuangan yang baik. Dengan itu, para investor akan mempertahankan investasi pada perusahaan tersebut sangat besar dan dapat memunculkan investor-investor baru yang ingin menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

















DAFTAR PUSTAKA

Nainggolan,parlin.2014.Analisis Laporan Keuangan. http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2014/07/31/tujuan-analisis-laporan-keuangan-666614.html (diakses tanggal 25 Desember 2014)


Nawangsih.2014.Artikel Laporan Keuangan. http://nawangsihnurw.blogspot.com/2014/03/artikel-laporan-keuangan.html. (diakses tanggal 25 Desember 2014)

Yulivani,Prima.2013.Analisis Likuiditas, Solvabilitas, Dan Rentabilitas . http://prima-yulivani28211028.blogspot.com/2013/04/analisis-likuiditas-solvabilitas-dan.html.(diakses tanggal 25 Desember 2014)


Wikipedia.2014.Analisis Keuangan.http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_keuangan. (diakses tanggal 25 Desember 2014)