Jumat, 07 November 2014

LAPORAN KEUANGAN

2.5 Susunan Laporan Keuangan
            Dalam bagian ini akan diuraikan isi dan susunan masing-masing laporan keuangan yang dihasilkan setiap periode yaitu
2.5.1 Neraca
            Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva, atau dengan kata lain, aktiva adalah investasi didalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut. Oleh karena itu, dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama besar dengan jumlah pasiva, dimana pasiva itu terdiri dari dua golongan kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik perusahaan yang disebut modal. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan nampak bahwa:
Aktiva= Utang+Modal
            Dalam pengertian aktiva, selain barang-barang dan hak-hak yang dimiliki, didalamnya termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan, tetapi akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Oleh karena itu, didalam judul aktiva, akan termasuk juga pos-pos kas, tagihan-tagihan, surat-surat berharga (merupakan sumber uang) dan pengeluaran-pengeluaran yang akan memberi manfaat di masa yang akan datang, sehingga pembebanannya juga ditunda seperti aktiva tetap, hak paten dan persekot-persekot biaya. Utang merupakan milik kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan jumlah-jumlah ini merupakan kewajiban yang harus dilunasi. Cara pelunasan utang ini bermacam-macam, bisa dengan uang ataupun dibayar dengan barang atau jasa.
            Modal menunjukkan jumlah milik para pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan. Jumlah ini timbul dari setoran para pemilik dan perubahan-perubahan nilai aktiva yang terjadi karena hasil usaha perusahaan. Modal ini bukan merupakan jumlah yang harus dilunasi, tetapi dalam hal likuidasi, para pemilik baru menerima pelunasan sesudah para kreditur dilunasi.
            Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang tujuannya adalah untuk memudahkan analisa. Biasanya aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar (jangka pendek) dan tidak lancar (tetap). Pengelompokkan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancer dengan utang lancar.
2.5.1.1 Pernyataan standar keuangan
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan di dalam neraca:
  • Perusahaan menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam PSAK khusus. Aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.
  • Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah setiap aset yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.
  • Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang digunakan untuk operasi jangka panjang.
2.5.1.2 Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal
            Seperti yang sudah dikemukakan diatas, aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar dan tidak lancar. Pengelompokkan seperti itu hanyalah merupakan suatu kelompok besar yang akan dirinci lebih lanjut. Susunan aktiva dan pasiva didalam neraca adalah sebagai berikut:
Harta-harta/Aktiva
            Aktiva lancar
            Investasi jangka panjang
            Aktiva tetap berwujud
            Aktiva tidak berwujud
            Aktiva/harta lainnya
Utang-utang dan Modal Sendiri
            Utang-utang
                        Utang-utang lancar
                        Pendapatan yang diterima dimuka
                        Utang-utang jangka panjang
                        Utang-utang lain
            Modal sendiri
                        Modal saham yang disetor
                        Agio/disagio saham
                        Cadangan-cadangan
                        Laba tidak dibagi

Setiap golongan diatas akan diuraikan pengertiannya dan elemen-elemen yang termasuk didalamnya.
2.5.1.2.1 Aktiva
            FASB dalam Concept Nomor 6- Elements of Financial Statements of Business Enterprises menyatakan bahwa aktiva adalah manfaat ekonomis dimasa yang akan datang yang diharapkan akan diterima oleh suatu badan usaha sebagai hasil dari transaksi-transaksi dimasa lalu. Suatu aktiva mempunyai tiga sifat pokok yaitu:
a.       Mempunyai kemungkinan manfaat dimasa yang akan datang yang berbentuk kemampuan (baik sendiri atau kombinasi dengan aktiva lainnya) untuk menyumbang pada aliran kas masuk dimasa datang baik langsung maupun secara tidak langsung.
b.      Suatu badan usaha tertentu dapat memperoleh manfaatnya dan mengawasi manfaat tersebut
c.       Transaksi-transaksi yang menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut sudah terjadi. Pada umumnya aktiva juga mempunyai sifat-sifat lain seperti diperoleh dengan jumlah sebesar harga perolehan, berwujud, dapat ditukar dengan aktiva lain atau mempunyai kekuatan hukum. Sifat-sifat lain ini tidak mutlak, karena tanpa cost, dapat juga tidak berwujud dan lain-lain.
2.5.1.2.2 Aktiva lancar
            Yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usaha perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun mana yang lebih lama. Yang menjadi masalah adalah menentukkan lamanya siklus usaha perusahaan, biasanya siklus usaha ini ditentukan dengan menghitung rata-rata waktu yang diperlukan sejak pengeluaran uang untuk membeli barang atau jasa sampai dengan saat dimana barang-barang atau jasa tadi dapat diubah kembali menjadi uang. Jadi merupakan waktu rata-rata sejak pengeluaran uang, disimpan sebagai persediaan, dijual dan berubah menjadi piutang dan penerimaan dari pelunasan piutang.
            Didalam neraca, aktiva lancar akan disusun dalam urutan-urutan likuiditas, dalam arti yang paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan pos-pos yang kurang likuid dibandingkan dengan pos diatasnya. Elemen-elemen yang termasuk ke dalam golongan aktiva lancar adalah:
a.       Kas yang tersedia untuk usaha sekarang dan elemen-elemen yang dapat disamakan dengan kas, misalnya cek, money order, pos wesel dan lain-lain.
b.      Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka pendek
c.       Piutang dagang dan piutang wesel
d.      Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak-pihak lain, jika akan diterima dalam waktu satu tahun
e.       Piutang angsuran dan piutang wesel angsuran, jika  merupakan hal yang umum dalam perdagangan dan akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.
f.        Persediaan barang dagangan, bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi bahan-bahan pembantu dan bahan-bahan serta suku cadang yang dipakai dalam pemeliharaan alat-alat/mesin-mesin.
g.       Biaya-biaya yang dibayar dimuka seperti asuransi, bunga, sewa, pajak-pajak, bahan pembantu dan lain-lain. Ditinjau dari batasan bahwa aktiva lancar itu adalah kas atau aktiva lain yng diharapkan dapat segera diubah menjadi uang, maka sesungguhnya biaya-biaya yang dibayar dimuka tidak dapat memenuhi kriteria sebagai aktiva lancar, karena biaya dibayar dimuka tidak akan kembali menjadi uang. Tetapi jika tidak dibayar di muka maka biaya-biaya tadi akan dibayar dengan menggunakan sumber aktiva lancar, oleh karena itu maka biaya dibayar dimuka dimasukkan dalam kelompok aktiva lancar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar